Catatan Akhir Zaman

Sebagai renungan diri, Pencarian solusi , sambil menunggu mati ....O_n

CAZ 2010

Bagaimana kesan anda menjadi manusia Akhir Zaman ? Ber-Aksi reaksi dengan KeAjaiban sehari-hari ...
Showing posts with label san. Show all posts
Showing posts with label san. Show all posts


Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling
"Oleh Taufiq Ismail"
11th Januari 2011, 20:30

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.Penganggur 40 juta orang,anak-anak tak bisabersekolah 11 juta murid,pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang,VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat disetiap tikungan jalan dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.

Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol diruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya,dan dipunggung kita dicap sablon besar-besar: Tahanan IMF dan Penunggak Bank Dunia.

Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu, menjual tenaga dengan upahpaling murah sejagat raya.Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh harapan dan angan-angandi pelabuhan dan bandara, ketika pulang lihat mereka berdukacita karenamajikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosadan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.

Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali.Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku.Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi kolonialis banyak bangsa.Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa dan banyak senyumnya.Makin banyak kita meminjam uang, makin gembira karena leher kita makin mudah dipatahkannya.

Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali.Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan, begitu laporan penelitian. Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi, dari depannya penuh janji, adalah industri korupsi .

Apalagi di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram,ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam. Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret,jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras,yang di atas tukang tindas. Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia, sudah untung. Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah. Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu'. Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya. Begitu sistematiknya prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya. Begitu khusyu'nya, engkau kira mereka beribadah. Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada maling yang istiqamah? Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya,membentang dari depan sampai ke belakang, melimpahdari atas sampai ke bawah, tambah merambah panjang deretan saf jamaah.

Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan lintas jenis kelamin. Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah?Bagaimana menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungidari atas sampai ke bawah? Dan yang melindungi mereka, ternyata, bagian juga dari yang pegang senjata dan yang memerintah.Bagaimana ini?Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi MOU dan MUO (Mark Up Operation),tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim piatu dan sekolahan. Kaki kiri jamaah ini mengais-ngais upeti ke sana kemari,kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji. Otak kirinya merancang prosentasi komisi dan pemotongan anggaran,otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha dan memohon ampunan Tuhan.

Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara berjamaah?Jamaahnya kukuh seperti diding keraton, tak mempan dihantam gempa dan banjir bandang,malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang, penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian. Bagaimana caranya memroses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan ribu, barangkali sekitar satu juta orang ini,cukup jadi sebuah negara mini, meliputi mereka yang pegang kendali perintah, eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis, yang pegang pestol dan mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi. Bagaimana caranya?Mau diperiksa dan diusut secara hukum?Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan?Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman?Hakim dan jaksa yang bersih dari penyuapan?PercumaSeratus tahun pengadilan, setiap hari 8 jam dijadwalkanInsya Allah tak akan terselesaikan. Jadi, saudaraku, bagaimana caranya?Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dib ujuk agar bersedia mengembalikan jarahan yang berpuluh tahun dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan.

Kita doakan Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka orang yang shalat juga,orang yang berpuasa juga,orang yang berhaji juga. Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka. Celakanya, jika di antara jamaah maling itu ada keluarga kita, ada hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata, tak sampai hati menegurnya. Celakanya, bila di antara jamaah maling itu ada orang partai kita, orang seagama atau sedaerah,Kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu dimakruh-makruhkan dandiam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta tanpa ketahuan.Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati.Dan lihat kini jendela dan pintu Rumah Indonesia dimakan rayap. Kayu kosen, tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai.Dinding dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap.Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa,televisi rumah Indonesia dijarah anai-anai.Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap rumahIndonesi a sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap.Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna.Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya.Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar."Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya!" teriak mereka."Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!" bantahku.Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam.Aku melarikan diri kencang-kencang.Mereka mengejarkan lebih kencang lagi.Mereka menangkapku."Ambil bensin!" teriak seseorang."Bakar Rayap," teriak mereka bersama.Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku.Seseorang memantik korek api.Aku dibakar.Bau kawanan rayap hangus.
Membubung Ke udara.

---

Hello pengunjung CAZ,
Asslamualaikum , semoga semua berjalan baik saat anda mengunjungi Blog ini,

Teringat tentang judul di atas 'Target', ibaratnya kalo lomba panahan ga ada target bagaimana ya ?
Tidak terarah, tidak bisa di nilai, tidak jelas mana yang akan menjadi pemenang-nya ...

Dalam pelatihan kepemimpinan di organisasi waktu kuliah dahulu kala, para peserta semua di minta menuliskan Target 5 tahun yang akan datang dalam waktu beberapa menit saja, kalo tidak salah minimal 3 target di tuliskan.

Dong !!!, 3 target yang saya tulis di pelatihan itu dalam jangka waktu 5 tahun lebih dikit semua bisa terealisasi ...!
Ko bisa ya ? saya belum menanyakan kepada Mr. Fajri sang trainer pelatihan tersebut ...

Tetapi memang kekuatan pikiran / sugesti dan tujuan untuk mencapai suatu keinginan alias Target memang Ruar biasa ...
Kutipan dari artikel pa TDW, di 24 prinsip milyarder :
Hari ini adalah milik orang - orang yang sekian ratus tahun
yang lalu, atau sekian puluh tahun yang lalu, atau
sekian tahun yang lalu, karena mereka berani bermimpi besar,
dan terus berfikir mulai dari mimpinya dan menyusun rencana
untuk mencapai apa yang dia impikan.

Dulu orang tidak bisa terbang, sekarang ada pesawat terbang.
Dulu TV setebal 1 meter sekarang TV tebal nya 10 cm
besok TV bisa digulung bahkan besok TV dalam bentuk ballpoin
yang bisa 3 dimensi yang begitu indahnya.

Nah semua ini awalnya dari impian. Caranya adalah kita tarik
turun dari impian ke masa-masa sekarang: apa saja yang kita
harus kerjakan untuk mencapai impian ini, sehingga Impian2
tadi bisa jadi sangat - sangatlah luar biasa.

Nah, impian ini harus dimulai dari keinginan kita,
untuk menjadi lebih baik dari hari ini. (Target kita semua)

Ketika manusia tidak mau menjadi lebih baik lagi,
dia akan kehilangan gairah dan hidupnya akan biasa - biasa saja.
Jadi kita harus terus selalu mempunyai impian yang lebih baik,
lebih baik dari apa yang sudah kita miliki hari ini. (Targeting - revised target - targeting again)

Dengan impian tadi, kita jadi lebih semangat,
jadi lebih bergairah, jadi lebih maju, lebih berarti untuk
orang banyak.

Nah sekarang coba anda buat 3 target anda di 5 tahun kedepan dalam waktu, 2 menit , apakah dengan mudah anda menuliskannya ? atau sedikit binun ?
Tapi cobalah & simpan kertas target anda itu & kemudian cek di 5 tahun yang akan datang ...

Saya juga sedang mencoba & menjalani target saya ke 5 tahun (jilid 2) yang akan datang :)
Semoga bisa terwujud kembali / bonus lebih dari target itu ...

Hello pengunjung CAZ, ada tulisan singkat yang OK banget dari ust.Yusuf Mansyur
Monggo' silahkan menikmati :)

Assalamu'alaikum wr.wb

Hijrah terpenting adalah dari SYIRIK kepada TAUHIID
Dari menuhankan harta
Dari menuhankan jabatan, kedudukan, kekuasaan,
Dari menuhankan penampilan
Dari menuhankan pujian dan penghormatan, popularitas
Dari menuhankan manusia, pasangan hidup, orang tua, anak-anak,
Dari menuhankan nafsu, syahwat, amarah
Dari menuhankan diri sendiri
Dari menuhankan kesenangan duniawi
Dari menuhankan apapun selain Allah
Hijrahlah menjadi LAA ILAAHA ILALLAH
Tiada Tuhan Selain ALLAH
Selain Allah hanyalah makhluk ciptaan-NYA yang lemah tak berdaya tanpa kekuatan-NYA
Yang bodoh tanpa percikan ilmu-NYA
Yang miskin papa tanpa titipan-NYA
Yang tersesat tanpa Tuntunan-NYA
Yang berlumur dosa tanpa ampunan-NYA
Yang hina dina tanpa kemuliaan dari-NYA
Semua makhluk mutlak adalah Milik-NYA, Ciptaan-NYA, dalam Genggaman-NYA tak dapat memberi manfaat sedikitpun tanpa ijin-NYA
Tak kuasa memberi mudharat sekecil apapun tanpa ijin-NYA
Cukuplah ALLAH...
Cukuplah ALLAH...
Cukuplah ALLAH...

Wassalamu'alaikum wr.wb
Salam Yusuf Mansur

Pagi,

Perubahan budaya, penetrasi racun ideologi hendon + freeseks.
Tahun ajaran baru, orang tua pontang panting cari sekolah baru bagi yang naik tingkat
ada yang bersyukur anaknya masuk ke sekolah favorit
tanpa kendala
Ada juga yang bersyukur dengan menyogok untuk anaknya masuk ke sekolah favorit
berhasil
Ada yang kecewa karena anaknya tidak bisa masuk sekolah favorit, padahal NEM anaknya sudah melampaui dari std NEM penerimaan.
Ada yang kecewa karena mahalnya pendidikan di negri tercinta ini ,,,
sampai di usir karena tidak bisa membayar uang daftar ulang / buku2 baru bisnis dari pihak sekolah ,,,

Di lain hal, bagi murid / sang anak > mengganggap sekolah yang berjalan seperti bebaN Yang berat bagi dirinya yang Malas,
Maka tidak jarang di temui, di jam sekolah anak2 tanggung dengan segala fasilitas dari orang tuanya
dari motor, mobil, atau tas buku yang masih di bawa.
keluyuran dengan teman2 genk-nya atau "pacar" pujaannya di taman2 umum di sekitar kita
Tambah Rokok yang menggambir di mulut MUda yg cuma masih bisa meminta-minta uang kepada Orang tuanya ....

Sementara orang tua, sibuk dengan bekerja untuk menafkahi keluarga, tagihan bulanan, SPP sekolah, dan uang sangu anak2nya ...............
Tanpa Kemaluan.,.you can do anything .tapi di jamin bukan anything spesial or positif;>

Ini penyakit yang terus berkembang, sedikit atau tidak ada Obat yang di tawarkan apalagi di berikan,
Lama-lama penyakit ini menjadi endemi, yang sehat pun pasti akan terkena dampaknya Cepat / lambat ,,,

Ahhh itu kan anak2 orang ,,,,,Tetapi itu juga lingkunan dimana kita & juga anak2 kita nantinya akan berbaur dan mungkin bisa Larut dengan sukses ,,,,,

???


Ketika Pribumi bergabung dengan Penjajah , menghabisi pribumi dengan Bangga,,,, Konteks di hari ini (sama juga, bukan nyawa yang meregang, tetapi masa depan)
Lawan PribuJah ini dengan menjadi Pribumi yang Indah.....

Dan akhirnya kembali sakit,dan sangat merindu akan kesehatan (yang mungkin lebih banyak lalainya dari pada ibadah) dari yang Esa. Manusia yang tidak pandai bersyukur tidak pula pantas untuk di berikan nilai lebih. Kalaupun secara fisik & material ada nilai lebih yang terlihat,bahkan berlebihan? Yakinlah bukan itu yang menentramkan Gumpalan darah ini....