Catatan Akhir Zaman

Sebagai renungan diri, Pencarian solusi , sambil menunggu mati ....O_n

CAZ 2010

Bagaimana kesan anda menjadi manusia Akhir Zaman ? Ber-Aksi reaksi dengan KeAjaiban sehari-hari ...
Showing posts with label wacana. Show all posts
Showing posts with label wacana. Show all posts

Assalamulalaikum wr.wb
Hello para insan-insan akhir zaman,



Sudah Pernahkah melihat film terbaru x-men first class??
Liat di awal dan akhirnya, di awal film ada anak dgn jaket ber-bintang daud di polandia berkelebihan (mutan magnet).
Dan di akhir film anak tersebut menjelma menjadi sesuatu Mutan yang hampir tidak terkalahkan
>> yup betul dia seorang yahudi!! lagi2 film propaganda jew yang menggiring derita yahudi yang di dramatisasi Nazi PD2.

Banyak sekali film2 superhero dengan sasaran anak2 untuk percaya yahudi adalah korban genocida nazi dan mereka adalah orang2 terpilih oleh tuhan diatas orang2 manusia 'biasa' ghoyyim  ....

Sehingga ketika nanti penonton anak2 ini dewasa mereka menerima yahudi & mendukung apapun yang mereka lakukan termasuk yahudi yang meng genocida muslim di seeluruh dunia khususnya palestina.

Tujuan mereka adalah mencuci otak agar anak2 ini lewat film2 hollywood bahwa yahudi jew adalah genius dan muslim itu dongo bodoh dan hanya pantas menjadi budak atau hanya beban di dunia ini

Sayangnya itu memang terjadi, alat2 telekomunikasi / komputer yang saya gunakan untuk blog ini (mau tidak mau sangat berguna) pasti bukan di ciptakan oleh seorang ilmuan muslim (CMIIW) , walaupun ada mungkin muslim yang menjadi "robot" sebagai tukang solder atau assembly atau marketer produk2 ciptaan manusia unggul tadi!!

Kita lihat muslim saat ini terpisah berai kacau kekerasan dimana-mana, saling membunuh perang saudara atau negara menjadi negara 3 budak pelayan negara superpower dunia, lewat kapitalisme dengan jaring-jaring tidak terlihat namun terasa mem-boneka kan para pemimpinnya.

Sayang seribu sayang, itulah yg terjadi.siapa yang tidak tunduk cepat atau lambat, akan di bantai seperti libya saat ini.

Wake up call bagi seluruh muslim berbunyi setiap detiknya! Kenapa hanya di jauhkan karena ketika terganggu dalam mimpi semu kita???


Melawan Amerika Ala Jepang
Sabtu, - 11:04:27

Jepang pernah diratakan dengan tanah oleh tentara Amerika. Tahun 1945, tidak
kurang dari 140 ribu nyawa bangsa Jepang hilang sia-sia ketika bom Atom dijatuhkan
di Hiroshima. Dan 70 ribu lainnya mati sia- sia ketika bom Atom satunya lagi     dijatuhkan di Nagasaki.

Praktis Jepang lumpuh. Tentaranya yang sedang menjajah negeri lain meluaskan sayap, pulang kampung. Negeri itu bangkrut, bubar dan tidak berbentuk lagi. Apa yang pernah dialami Jepang di masa itu kira-kira mirip dengan yang dialami Iraq, Afghanistan dan negeri-negeri muslim lainnya.

Bahkan mungkin penderitaan Jepang jauh lebih dahsyat. Sebab bom Atom itu bukan cuma  menghancurkan gedung dan infrastruktur, tetapi efek radiasinya masih berbahaya untuk beberapa waktu.Berbeda dengan sikap bangsa Jepang, ketika melihat negeri Islam dihancurkan oleh tentara Amerika, banyak pemuda muslim dari seluruh dunia yang marah dan bertekad membalas serangan itu dengan serangan yang sama.

Bahkan Usamah bin Ladin menyerukan jihad kepada Amerika, dan memerintahkan
untuk membunuh semua bangsa Amerika, dimana saja bertemu. Kemarahan Usamah
itu kemudian disambut gegap gempita oleh banyak kalangan muslim di dunia.

Tidak sedikit Kedutaan Besar Amerika di berbagai negara yang menerima ancaman
bom dan peledakan. Warga Amerika sendiri pun tidak jarang menerima ancaman
penganiayaan hingga pembunuhan di berbagai negara. Sampai pemerintah Amerika seringkali mengeluarkan travel warning demi keselamatan warganya.

Sebuah reaksi yang cukup membuat pemerintah Amerika kalang kabut.

Bom Teroris Tapi yang rada aneh justru terjadi di negeri kita. Alih-alih membunuh bangsa Amerika, justru yang terbunuh malah bangsa sendiri.

Serangan demi serangan dilancarkan oleh para pengebom, namun lebih sering salah
sasaran.Meski pun penjelasannya untuk menyerang kepentingan Amerika, tetapi yang jadi korban malah bukan warga negara Amerika.

Justru bangsa kita yang nota bene umat Islam, malah lebih sering terkena sasaran pengeboman yang dilancarkan secara membabi buta oleh orang yang tidak bertanggung-jawab.Sayangnya, semua pengeboman itu masih memakai judul besar : jihad fi sabilillah.
Padahal, yang mati bukan orang Amerika.

Tempatnya pun bukan di medan peperangan yang sesungguhnya.Serangkaian peledakan bom terus terjadi hingga hari ini. Catatan yang kita miliki antara lain : 1 Agustus 2000 : Ledakan bom terjadi di depan kediaman Duta Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta. Ledakan bom itu menewaskan dua staf rumah tangga kediaman serta puluhan orang lainnya mengalami luka cukup serius.

13 September 2000 : Bom mengguncang lantai parkir Gedung Bursa Efek Jakarta.
Dengan bahan peledak TNT, ledakan bom menewaskan 10 orang, melukai 15 orang,
serta dua mobil hangus, dan 20 mobil rusak.

25 Desember 2000 : Bom meledak di berbagai tempat di Indonesia saat malam
Natal, yakni Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Bandung, Mojokerto, Mataram, Pematang
Siantar, Medan, Batam, dan Pekanbaru.

Rangkaian ledakan ini mengakibatkan belasan orang tewas, seratus lebih lainnya luka-luka dan puluhan mobil rusak. Tercatat hanya 16 dari 31 bom yang meledak. Agustus 2001  : Bom meledak di Plaza Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Ledakan
melukai enam orang.

23 September 2001 : Ledakan di lantai parkir Atrium Plaza menghancurkan
beberapa mobil, walau tidak ada korban jiwa.

12 Oktober 2002 : Tiga ledakan bom mengguncang Bali. Ledakan pertama dan
kedua mengguncang kawasan di Jalan Legian, Kuta.

Sedangkan ledakan lainnya terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, Denpasar. Di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan meledak di pintu gerbang masuk Kantor Konjen Filipina, tapi tidak ada korban jiwa.

Ledakan di Jalan Legian, mengakibatkan setidaknya 187 tewas dan 400 lainnya luka-luka. Ledakan juga mengakibatkan kerusakan parah dalam radius 100 meter dari pusat ledakan. Polisi mengidentifikasikan bahwa ledakan berasal dari bom mobil yang diletakkan di dalam Mitsubishi L-300.

Tiga terpidana mati, Amrozi cs, sudah dieksekusi.

5 Agustus 2003 :  Ledakan hebat mengguncang Hotel JW Marriott, Jakarta.
Dengan bahan peledak, antara lain berupa CLO3, aluminium powder, TNT, detonator
dan sumbu peledak. Bom menewaskan 11 orang, melukai 152 orang dan menghancurkan 22 mobil.

Pada 9 September 2004 :  pengeboman di depan Kedubes Australia, Kuningan, Jaksel.
Jumlah korban jiwa tidak begitu jelas. Pihak Indonesia berhasil mengidentifikasi
sembilan orang, namun pihak Australia menyebut angka 11. Peledakan itu dipercayai dilakukan oleh seorang pengebom berani mati bernama Heri Kurniawan alias Heri Golun dengan menggunakan van mini. Heri berhasil diidentifikasi melalui tes DNA.
1 Oktober 2005 : Terjadi tiga pengeboman di Bali, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka.

Jepang Tidak Membalas Teror Ketika negerinya diporakporandakan, bangsa Jepang pasti marah. Namun  menarik untuk dikaji, mereka sudah tidak bernafsu lagi untuk membalas dengan serangan militer yang hanya akan menumpahkan darah. Pembalasan yang  dilakukan oleh bangsa Jepang cukup intelek dan elegan.

Bukan mesiu atau peluru yang mereka kirim ke Amerika, tetapi rombongan mahasiswa genius yang sengaja diperintahkan untuk `mencuri` ilmu dan teknologi dari mantan lawannya.Berbeda dengan mental terjajah bangsa Indonesia yang ke Amerika malah belajar ilmu-ilmu keislaman dari Yahudi, mahasiswa Jepang justru belajar teknologi yang memang belum mereka miliki.

Karena dikerjakan dengan tekat yang serius, maka   "dalam waktu singkat nyaris hampir semua teknologi dan kekayaan ilmu pengetahuan yang tadinya dimiliki Amerika, sekarang sudah menjadi milik Jepang. Saya diceritakan bagaimana saat itu Amerika agak pelit berbagi teknologi.

Sampai akhirnya Jepang terpaksa membeli mobil Ford utuh untuk dibawa pulang ke Jepang. Di Jepang, mobil itu tidak untuk dipersembahkan buat para pejabat yang  makan uang rakyat, tetapi untuk dibedah, dipreteli satu per satu isi perutnya, dipelajari dan . . . ini yang menarik, ditiru, dikembangkan, disempurnakan dan diproduksi massal.

Hasilnya? Semua orang tahu bahwa Amerika pun akhirnya mengimpor mobil dan motor dari Jepang. Sebab industri otomotif Jepang melesat maju meninggalkan industri
otomotif Amerika.

Bahkan sepeda motor yang dipakai patroli jalan raya California (ingat film CHIPS), mereknya Honda. Bahkan kini General Motor sebagai induk industri  otomotif Amerika terpaksa merumahkan ribuan karyawannya.

Teknik perakitan kendaraan roda empat memang tidak diciptakan orang Jepang, patennya
dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

Di bidang elektronik, Akio Morita mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Meski pita kaset ditemukan patennya oleh Phillip Electronics. Tapi walkman berhasil dikembangkan dan dibudling sebagai sebuah produk yang booming Sony tidak kurang dari 150 juta produk.

Bangsa Jepang Gemar Berkarya Berbeda dengan umumnya bangsa-bangsa muslim yang senang berdebat, saling menjelekkan dan jarang akur, alias lebih sering bertikai, bangsa Jepang kelihatan lebih kalem. Mereka tidak terlalu banyak cakap, tapi rajin bekerja.Mas

Romi Satria Wahono, teman saya yang menggondol doktor di Jepang dan 10 tahun bermukim disana bercerita. Menurut beliau, rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam per tahun.  

Jam kerja ini terbilang sangat tinggi, bila dibandingkan dengan jam kerja bangsa- bangsa lain yang juga maju. Konon jam kerja orang Amerika sebanyak 1.957 jam per tahun. Kalau orang Inggris jam kerjanya 1.911 jam per tahun.

Orang Jerman bekerja sebanyak 1.870 jam setahun. Orang Perancis bekerja sebanyak 1.680 jam setahun. Sayangnya, saya tidak punya data PNS di negeri kita, berapa ya kira-kira jumlah jam kerja mereka? Kalau mau iseng-iseng coba yuk kita hitung.

Misalnya, PNS kita yang  akan uang pajak rakyat itu datang ke kantor jam 09.00 pagi dengan badan lelah berjam-jam naik angkot dengan lalu lintas yang macet parah. Sampai di kantor harus istirahat dulu sambil baca koran atau minum teh. Kerja betulannya baru dimulai kira-kira jam 10.00 pagi. Jam 11.30 sudah repot mau ke Masjid, sebab alasannya kan mau menunaikan ibadah shalat Dzhuhur. Balik dari masjid sekalian makan siang, jam 14.00.

Kerja sebentar kira-kira 1 jam, itu pun kalau ada yang dikerjakan, kalau tidak ada, ya main game, chating, catur, atau ngobyek. Praktis sehari kerja yang beneran cuma 3 jam.    Kalau seminggu kerja 5 hari, berarti seminggu hanya 15 jam.

Setahun? Kalikan saja dengan 52 minggu, hasilnya hana 780 jam setahun. Itupun sudah tidak dihitung tanggal merah, cuti bersama dan `HARPITNAS` (Hari Kejepit Nasional).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan  (yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang.

Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan `agak memalukan` di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk `yang tidak dibutuhkan` oleh perusahaan. Tekun dan Ulet ·Bumi Jepang sebenarnya tidak terlalu berlimpah dengan kekayaan alam.

Tapi barangkali justru faktor itulah yang memicu orang-orang Jepang menjadi tekun dan ulet, akhirnya malah sukses. Sesungguhnya untuk kebutuhan warganya, Jepang sangat mengandalkan negara lain, termasuk Indonesia. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia.

Sampai ada yang bilang  seandainya Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi ke Jepang, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. Bandingkan dengan negeri kita yang berlimpah dengan bahan- bahan alam, ada minyak bumi, batu bara,bijih besi, emas dan lainnya. Seharusnya kita lebih maju dari Jepang.

Bahkan bisa menekan Jepang dengan menghentikan ekspor minyak bumi. Tapi itulah bangsa Jepang, alamnya yang sering dilanda gempa bukan bikin bangsanya jadi peminta-minta belas kasihan negara lain. Nasionalisme dan  loyaliltas Hal yang menarik lainnya dari bangsa Jepang, mereka punya rasa nasionalisme yang patut dibanggakan. Kedutaan Besar Jepang di berbagai negara selalu terbuka untuk memberikan bantuan sepenuhnya buat warganya.

Berbeda dengan ulah para pejabat KBRI dan konsulat kita di negeri lain, alih-alih membela bangsa sendiri, yang sering saya lihat mereka malah rada bermusuhan kepada WNI sendiri. Hubungan renggang antara pejabat kedutaan dengan bangsa Indonesia yang tinggal di negara yang bersangkutan, lebih sering kurang serasi.

Bangsa Jepang juga dikenal punya loyalitas yang tinggi. Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang     `berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun.Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.Di negeri kita, loyalitas adalah barang basi.

Loyalitas biasanya diberikan kepada pihak yang mau bayar lebih tinggi. Termasuk
dalam urusan memilih partai dan pejabat. Siapa yang uang `serangan fajar`nya lebih
tinggi, biasanya dia yang menang.

Tidak Bergantung Bangsa Lain Berbeda dengan negeri-negeri yang mayoritas muslim, bangsa Jepang punya kebiasaan untuk tidak bergantung kepada bangsa lain.Ini pengalaman saya sendiri waktu berangkat ke Jepang. Kebetulan charger hp saya tertinggal di Jakarta, dan itu saya sadari ketika sudah masuk ruang tunggu bandara. Saya berpikir, alah gampang, nanti saja di Tokyo saya beli yang baru atau pinjam teman. Toh hp saya bermerk Sony Ericsson, Sony kan merk Jepang.

Masak sih tidak ada yang jual, begitu pikir saya.Ternyata saya salah besar. Di Jepang bukan hanya tidak dijual chargernya, bahkan hp yang semerk dengan milik saya pun tidak dijual. Dari belasan toko elektronik yang saya masuki, semua menggeleng dan
bilang, hp seperti itu belum pernah dia lihat seumur hidupnya. Rupanya bangsa Jepang punya hp sendiri, yang tidak ada di negara lain.

Mereka bikin sendiri dan hanya bisa dipakai di Jepang saja. Merk-merk hp terkenal seperti yang ada di negeri kita, justru tidak dikenal di Jepang.Colokan listrik Jepang pun beda dengan yang umumnya berlaku di berbagai negara.

Bentuknya pipih berbentuk lempengan, alat-alat elektronik yang kita punya sudah pasti tidak bisa dicolok disana, kecuali bila kita beli adapter.Tegangan listriknya saja `aneh` dalam pandangan saya. Dimana-mana kan seharusnya 220 volt. Ternyata di Jepang
cuma 110 volt.Teman-teman panitia yang mengundang saya di Jepang berkomentar,`Ustadz, orang Jepang itu merasa Jepang adalah pusat dunia.

Mereka merasa tidak butuh dengan negara lain. Jadi mereka ciptakan teknologi sesuai dengan selera mereka saja'Membangun Peradaban Mengalahkan AmerikaDari semua hal di atas, yang paling mengesankan saya sendiri adalah balas dendam dan perlawanan bangsa Jepang terhadap gempuran Amerika dilakukan bukan dengan menumpahkan darah.Barangkali bangsa Jepang sudah belajar cukup banyak tentang makna kemanusiaan, walau pun bangsa Jepang tidak mengenal agama. Bahkan di Jepang tidak ada hari libur keagamaan.

Bandingkan dengan kita bangsa-bangsa muslim yang sepanjang tahun semarak dengan berbagai perayaan hari besar agama, tetapi rajin berbunuhan sepanjang tahun.Iraq, Palestina, Afghanistan, Pakistan adalah contoh dari sekian banyak negeri yang harga nyawa manusia terasa sedemikian murah.

Harta benda milik manusia sama sekali tidak ada jaminan keamananya, karena setiap saat bisa saja dicuri, dirampok, dikorupsi oleh pejabatnya, digelapkan bahkan dijarah. Lepas dari siapa pelaku dan pihak yang salah, tetapi gambaran tentang peradaban Islam yang aman, sesuai dengan akar kata `islam`, rasanya masih jauh di alam mimpi.

Kita tidak bisa dengan mudah menemukannya di negeri-negeri muslim.Seandainya bangsa-bangsa muslim membangun teknologi yang unggul, tidak mengandalkan kepada  bangsa lain, saya yakin Amerika pun akan hormat kepada kita. Saya tahu persis bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri cukup banyak yang sudah menguasai berbagai teknologi.

Bahkan bikin reaktor nuklir pun bisa dilakukan dengan mudah. Ilmunya sudah dikuasai, tapi good will dari pemerintahnya yang tidak ada.Apalagi bila kita mampu menguasai dan mengolah sendiri kekayaan alam yang berlimpah, tidak digadaikan buat kepentingan bangsa lain, maka Amerika pasti semakin takut dengan kita.

Tapi sekali lagi, niat baik dari para pemimpin yang langka.Dan yang lebih fantastis lagi, seandainya bangsa-bangsa muslim di dunia ini mengakhiri pertikaian di tengah mereka, lalu bersatu menjalin kekuatan bersama, saya tambah yakin kalau Amerika tidak akan bisa jualan senjata.

Industri persenjataan Amerika itu bisa untung besar, selama negeri-negeri Islam sibuk berperang. Artinya, perang adalah ladang penghidupan buat Amerika. Jadi kita ini sebenarnya tidak perlu boikot makanan Amerika.

Cukup hentikan perang, insya Allah industri senjata Amerika akan gulung tikar. Dan rasanya aneh, mosok kita perang lawan Amerika, tapi pakai M-16? Mosok kita perang melawan Israel tapi pakai Uzi? Kalau pun nanti kita berjhad fisik suatu hari, sebaiknya senjata yang kita pakai bukan M-16 atau AK47, tetapi merknya Paijo 77, Paimin 85, Tugiran 2000 atau Wakijan 21.

Maksudnya, kita pakai senjata yang kita bangun sendiri industrinya. Tulisan saya ini bukan berarti membesar- besarkan Jepang yang pernah menjajah kita 3,5 tahun dan memperkosa wanita-wanita kita (Jugun Ianfu).

Tapi sekedar mengambil pelajaran. Biar bagaimana pun Jepang pasti punya kekurangan dan kelemahan juga. Semoga Allah SWT membuka hati-hati kita dan meneranginya dengan cahaya-Nya yang tidak pernah padam, agar kita semua dapat mengambil pelajaran berharga. Maka ambillah untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (QS. Al-Hasyr : 2) ust Ahmad Sarwat

fyi...semoga bisa diambil Hikmahnya
lingkaran setan yg mendarah daging ...


Kisah seorang pegawai pajak
 
Sebagai pegawai Departemen Keuangan, saya tidak gelisah dan tidak kalangkabut akibat prinsip hidup korupsi. Ketika misalnya, tim Inspektorat Jenderal datang, BPKP datang, BPK datang, teman-teman di kantor gelisah dan belingsatan, kami tenang saja. Jadi sebenarnya hidup tanpa korupsi itu menyenangkan sekali. Hidup tidak korupsi itu sebenarnya lebih menyenangkan. Meski orang melihat kita sepertinya sengsara, tapi sebetulnya lebih menyenangkan. Keadaan itu paling tidak yang saya rasakan langsung.

Saya Arif Sarjono, lahir di Jawa Timur tahun 1970, sampai dengan SMA di Mojokerto, kemudian kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan selesai pada 1992. Pada 17 Oktober 1992 saya menikah dan kemudian saya ditugaskan di Medan. Saya ketika itu mungkin termasuk generasi pertama yang mencoba menghilangkan dan melawan arus korupsi yang sudah sangat lazim. Waktu itu pertentangan memang sangat keras. Saya punya prinsip satu saja, karena takut pada Allah, jangan sampai ada rezeki haram menjadi daging dalam diri dan keturunan. Itu saja yang selalu ada dalam hati saya.

Kalau ingat prinsip itu, saya selalu menegaskan lagi untuk mengambil jarak yang jelas dan tidak menikmati sedikit pun harta yang haram. Syukurlah, prinsip itu bisa didukung keluarga, karena isteri juga aktif dalam pengajian keislaman. Sejak awal ketika menikah, saya sampaikan kepada isteri bahwa saya pegawai negeri di Departemen Keuangan, meski imej banyak orang, pegawai Departemen Keuangan kaya, tapi sebenarnya tidak begitu. Gaji saya hanya sekian, kalau mau diajak hidup sederhana dan tanpa korupsi, ayo. Kalau tidak mau, ya sudah tidak jadi.

Dari awal saya sudah berusaha menanamkan komitmen kami seperti itu. Saya juga sering ingatkan kepada isteri, bahwa kalau kita konsisten dengan jalan yang kita pilih ini, pada saat kita membutuhkan maka Allah akan selesaikan kebutuhan itu. Jadi yg penting usaha dan konsistensi kita. Saya juga suka mengulang beberapa kejadian yg kami alami selama menjalankan prinsip hidup seperti ini kepada istri. Bahwa yg penting bagi kita adalah cukup dan berkahnya, bahwa kita bisa menjalani hidup layak. Bukan berlebih seperti memiliki rumah dan mobil mewah.

Menjalani prinsip seperti ini jelas banyak ujiannya. Di mata keluarga besar misalnya, orangtua saya juga sebenarnya mengikuti logika umum bahwa orang pajak pasti kaya. Sehingga mereka biasa meminta kami membantu adik-adik dan keluarga. Tapi kami berusaha menjelaskan bahwa kondisi kami berbeda dengan imej dan anggapan orang. Proses memberi pemahaman seperti ini pada keluarga sulit dan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Sampai akhirnya pernah mereka berkunjung ke rumah saya di Medan, saat itulah mereka baru mengetahui dan melihat bagaimana kondisi keluarga saya, barulah perlahan-lahan mereka bisa memahami.

Jabatan saya sampai sekarang adalah petugas verifikasi lapangan atau pemeriksa pajak. Kalau dibandingkan teman-teman seangkatan sebenarnya karir saya bisa dikatakan terhambat antara empat sampai lima tahun. Seharusnya paling tidak sudah menjabat Kepala Seksi, Eselon IV. Tapi sekarang baru Eselon V. Apalagi dahulu di masa Orde Baru, penentangan untuk tidak menerima uang korupsi sama saja dengan karir terhambat. Karena saya dianggap tidak cocok dengan atasan, maka kondite saya di mata mereka buruk. Terutama poin ketaatannya, dianggap tidak baik dan jatuh.
Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari semua pengalaman itu. Antara lain, orang-orang yang berbuat jahat akan selalu berusaha mencari kawan apa pun caranya. Cara keras, pelan, lewat bujukan atau apa pun akan mereka lakukan agar mereka mendapat dukungan. Mereka pada dasarnya tidak ingin ada orang yang bersih. Mereka tidak ingin ada orang yang tidak seperti mereka.

Pengalaman di kantor yang paling berkesan ketika mereka menggunakan cara paling halus, pura-pura berteman dan bersahabat. Tapi belakangan, setelah sekian tahun barulah ketahuan, kita sudah dikhianati. Cara seperti in seperti sudah direkayasa. Misalnya, pegawai-pegawai baru didekati. Mereka dikenalkan dengan gaya hidup dan cara bekerja pegawai lama, bahwa seperti inilah gaya hidup pegawai Departemen Keuangan. Bila tidak berhasil, mereka akan pakai cara lain lagi, begitu seterusnya. Pola-pola apa saja dipakai, sampai mereka bisa merangkul orang itu menjadi teman.

Saya pernah punya atasan. Dari awal ketika memperkenalkan diri, dia sangat simpatik di mata saya. Dia juga satu-satunya atasan yang mau bermain ke rumah bawahan. Saya dengan atasan itu kemudian menjadi seperti sahabat, bahkan seperti keluarga sendiri. Di akhir pekan, kami biasa memancing sama-sama atau jalan-jalan bersama keluarga. Dan ketika pulang, dia biasa juga menitipkan uang dalam amplop pada anak-anak saya. Saya sendiri menganggap pemberian itu hanya hadiah saja, berapalah hadiah yang diberikan kepada anak-anak. Tidak terlalau saya perhatikan. Apalagi dalam proses pertemanan itu kami sedikit saja berbicara tentang pekerjaan. Dan dia juga sering datang menjemput ke rumah, mangajak mancing atau ke toko buku sambil membawa anak-anak.

Hingga satu saat saya mendapat surat perintah pemeriksaan sebuah perusahaan besar. Dari hasil pemeriksaan itu saya menemukan penyimpangan sangat besar dan luar biasa jumlahnya. Pada waktu itu, atasan melakukan pendekatan pada saya dengan cara paling halus. Dia mengatakan, kalau semua penyimpangan ini kita ungkapkan, maka perusahaan itu bangkrut dan banyak pegawai yang di-PHK. Karena itu, dia menganggap efek pembuktian penyimpangan itu justru menyebabkan masyarakat rugi. Sementara dari sisi pandang saya, betapa tidak adilnyakalau tidak mengungkap temuan itu. Karena sebelumnya ada yang melakukan penyimpangan dan kami ungkapkan. Berarti ada pembedaan. Jadwal penagihannya pun sama seperti perusahaan lain.

Karena dirasa sulit mempengaruhi sikap saya, kemudian dia memakai logika lain lagi. Apakah tidak sebaiknya kalau temuan itu diturunkan dan dirundingkan dengan klien, agar bisa membayar pajak dan negara untung, karena ada uang yang masuk negara. Logika seperti ini juga tidak bisa saya terima. Waktu itu, saya satu-satunyaanggota tim yang menolak dan meminta agar temuan itu tetap diungkap apa adanya. Meski saya juga sadar, kalau saya tidak menandatangani hasil laporan itu pun, laporan itu akan tetap sah. Tapi saya merasa teman-teman itu sangat ingin semua sepakat dan sama seperti mereka. Mereka ingin semua sepakat dan sama seperti mereka. Paling tidak menerima. Ketika sudah mentok semuanya, saya dipanggil oleh atasan dan disidang di depan kepala kantor. Dan ini yang amat berkesan sampai sekarang, bahwa upaya mereka untuk menjadikan orang lain tidak bersih memang direncanakan.

Di forum itu, secara terang-terangan atasan yang sudah lama bersahabatdan seperti keluarga sendiri dengan saya itu mengatakan, "Sudahlah, Dik Arif tidak usah munafik." Saya katakan, "Tidak munafik bagaimana Pak? Selama ini saya insya Allah konsisten untuk tidak melakukan korupsi." Kemudian ia sampaikan terus terang bahwa uang yang selama kurang lebih dua tahun ia berikan pada anak saya adalah uang dari klien. Ketika mendengar itu, saya sangat terpukul, apalagi merasakan sahabat itu ternyata berkhianat. Karena terus terang saya belum pernah mempunyai teman sangat dekat seperti itu, kacuali yang memang sudah sama-sama punya prinsip untuk menolak uang suap.

 
Bukan karena saya tidak mau bergaul, tapi karena kami tahu persis bahwa mereka perlahan-lahan menggiring ke arah yang mereka mau.
Ketika merasa terpukul dan tidak bisa membalas dengan kata-kata apa pun, saya pulang. Saya menangis dan menceritakan masalah itu pada isteri saya di rumah. Ketika mendengar cerita saya itu, isteri langsung sujud syukur.
Ia lalu mengatakan, "Alhamdulillah. Selama ini uang itu tidak pernah saya pakai," katanya. Ternyata di luar pengatahuan saya, alhamdulillah, amplop-amplop itu tidak digunakan sedikit pun oleh isteri saya untuk keperluan apa pun. Jadi amplop-amplop itu disimpan di sebuah tempat, meski ia sama sekali tidak tahu apa status uang itu. Amplop-amplop itu semuanya masih utuh. Termasuk tulisannya masih utuh, tidak ada yang dibuka. Jumlahnya berapa saya juga tidak tahu. Yang jelas, bukan lagi puluhan juta. Karena sudah masuk hitungan dua tahun dan diberikan hampir setiap pekan.

Saya menjadi bersemangat kembali. Saya ambil semua amplop itu dan saya bawa ke kantor. Saya minta bertemu dengan kepala kantor dan kepala seksi.
Dalam forum itu, saya lempar semua amplop itu di hadapan atasan saya hingga bertaburan di lantai. Saya katakan, "Makan uang itu, satu rupiah pun saya tidak pernah gunakan uang itu. Mulai saat ini, saya tidak pernah percaya satu pun perkataan kalian." Mereka tidak bisa bicara apa pun karena fakta obyektif, saya tidak pernah memakai uang yang mereka tuduhkan. Tapi esok harinya, saya langsung dimutasi antar seksi. Awalnya saya diauditor, lantas saya diletakkan di arsip, meski tetap menjadi petugas lapangan pemeriksa pajak. Itu berjalan sampai sekarang. Ketika melawan arus yang kuat, tentu saja da saat tarik-menarik dalam hati dan konflik batin. Apalagi keluarga saya hidup dalam kondisi terbatas. Tapi alhamdulillah, sampai sekarang saya tidak tergoda untuk menggunakan uang yang tidak jelas. Ada pengalaman lain yang masih saya ingat sampai sekarang. Ketika saya mengalami kondisi yang begitu mendesak. Misalnya, ketika anak kedua lahir. Saat itu persis ketika saya membayar kontrak rumah dan tabungan saya habis. Sampai detik-detik terakhir harus membayar uang rumah sakit untuk membawa isteri dan bayi kami ke rumah, saya tidak punya uang serupiah pun.

Saya mau bcara dengan pihak rumah sakit dan terus terang bahwa insya Allah pekan depan akan saya bayar, tapi saya tidak bisa ngomong juga. Akhirnya saya keluar sebentar ke masjid untuk sholat dhuha. Begitu pulang dari sholat dhuha, tiba-tiba saja saya ketemu teman lama di rumah sakit itu. Sebelumnya kami lama sekali tidak pernah jumpa. Dia dapat cerita dari teman bahwa isteri saya melahirkan, maka dia sempatkan datang ke rumah sakit. Wallahu a'lam apakah dia sudah diceritakan kondisi saya atau bagaimana, tetapi ketika ingin menyampaikan kondisi saya pada pihak rumah sakit, saya malah ditunjukkan kwitansi seluruh biaya perawatan isteri yang sudah lunas. Alhamdulillah.

Ada lagi peristiwa hampir sama, ketika anak saya operasi mata karena ada lipoma yang harus diangkat. Awalnya, saya pakai jasa askes. Tapi karena pelayanan pengguna Askes tampaknya apa adanya, dan saya kasihan karena anak saya baru berumur empat tahun, saya tidak pakai Askes lagi. Saya ke Rumah Sakit yang agak bagus sehingga pelayanannya juga agak bagus. Itu saya lakukan sambil tetap berfikir, nanti uangnya pinjam dari mana?
Ketika anak harus pulang, saya belum juga punya uang. Dan saya paling susah sekali menyampaikan ingin pinjam uang. Alhamdulillah, ternyata Allah cukupkan kebutuhan itu pada detik terakhir. Ketika sedang membereskan pakaian di rumah sakit, tiba-tiba Allah pertemukan saya dengan seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Ia bertanya bagaimana kabar, dan saya ceritakan anak saya sedang dioperasi. Dia katakan, "Kenapa tidak bilang-bilang?" Saya sampaikan karena tidak sempat saja. Setelah teman itu pulang, ketika ingin menyampaikan penundaan pembayaran, ternyata kwitansinya juga sudah dilunasi oleh teman itu. Alhamdulillah.

Saya berusaha tidak terjatuh ke dalam korupsi, meski masih ada tekanan keluarga besar, di luar keluarga inti saya. Karena ada teman yang tadinya baik tidak memakan korupsi, tapi jatuh karena tekanan keluarga. Keluarganya minta bantuan, karena takut dibilang pelit, mereka terpaksa pinjam sana sini. Ketika harus bayar, akhirnya mereka terjerat korupsi juga. Karena banyak yang seperti itu, dan saya tidak mau terjebak begitu, saya berusaha dari awal tidak demikian. Saya berusaha cari usaha lain, dengan mengajar dan sebagainya. Isteri saya juga bekerja sebagai guru.

Di lingkungan kerja, pendekatan yang saya lakukan biasanya lebih banyak dengan bercanda. Sedangkan pendekatan serius, sebenarnya mereka sudah puas dengan pendekatan itu, tapi tidak berubah. Dengan pendekatan bercanda, misalnya ketika datang tim pemeriksa dari BPK, BPKP, atau Irjen. Mereka gelisah sana-sini kumpulkan uang untuk menyuap pemeriksa. Jadi mereka dapat suap lalu menyuap lagi. Seperti rantai makanan. Siapa memakan siapa.

Uang yang mereka kumpulkan juga habis untuk dipakai menyuap lagi. Mereka selalu takut ini takut itu. Paling sering saya hanya mengatakan dengan bercanda, "Uang setan ya dimakan hantu."
Dari percakapan seperti itu ada juga yang mulai berubah, kemudian berdialog dan akhirnya berhenti sama sekali. Harta mereka jual dan diberikan kepada masyarakat. Tapi yang seperti itu tidak banyak. Sedikit sekali orang yang bisa merubah gaya hidup yang semula mewah lalu tiba-tiba miskin. Itu sulit sekali.

Ada juga diantara teman-teman yang beranggapan, dirinya tidak pernah memeras dan tidak memakan uang korupsi secara langsung. Tapi hanya menerima uang dari atasan. Mereka beralasan toh tidak meminta dan atasan itu hanya memberi. Mereka mengatakan tidak perlu bertanya uang itu dari mana. Padahal sebenarnya, dari ukuran gaji kami tahu persis bahwa atasan kami tidak akan pernah bisa memberikan uang sebesar itu.

Atasan yang memberikan itu berlapis-lapis. Kalau atasan langsung biasanya memberi uang hari Jum'at atau akhir pekan. Istilahnya kurang lebih uang Jum'atan. Atasan yang berikutnya lagi pada momen berikutnya memberi juga.
Kalau atasan yang lebih tinggi lagi biasanya memberi menjelang lebaran dan sebagainya. Kalau dihitung-hitung sebenarnya lebih besar uang dari atasan dibanding gaji bulanan. Orang-orang yang menerima uang seperti ini yang sulit berubah. Mereka termasuk rajin sholat, puasa sunnah dan membaca Al-Qur'an. Tetapi mereka sulit berubah. Ternyata hidup dengan korupsi memang membuat sengsara. Di antara teman-teman yang korupsi, ada juga yang akhirnya dipecat, ada yang melarikan diri karena dikejar-kejar polisi, ada yang isterinya selingkuh dan lain-lain. Meski secara ekonomi mereka sangat mapan, bukan hanya sekadar mapan.

Yang sangat dramatis, saya ingat teman sebangku saya saat kuliah di STAN.
Awalnya dia sama-sama ikut kajian keislaman di kampus. Tapi ketika keluarganya mulai sering minta bantuan, adiknya kuliah, pengobatan keluarga dan lainnya, dia tidak bisa berterus terang tidak punya uang. Akhirnya ia mencoba hutang sana-sini. Dia pun terjebak dan merasa sudah terlanjur jatuh, akhirnya dia betul-betul sama dengan teman-teman di kantor. Bahkan sampai sholat ditinggalkan. Terakhir, dia ditangkap polisi ketika sedang mengkonsumsi narkoba. Isterinya pun selingkuh. Teman itu sekarang dipecat dan dipenjara.

Saya berharap akan makin banyak orang yang melakukan jihad untuk hidup yang bersih. Kita harus bisa menjadi pelopor dan teladan di mana saja. Kiatnya hanya satu, terus menerus menumbuhkan rasa takutmenggunakan dan memakan uang haram. Jangan sampai daging kita ini tumbuh dari hasil rejeki yang haram. Saya berharap, mudah-mudahan Allah tetap memberikan pada kami keistiqomahan.

 

Keajaiban Akhir Dunia

Posted by: admin

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata
sekali
. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia
ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan
menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir
zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan
di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan
sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir
manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang
akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks
tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka.
Di antaranya :

Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan
bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan
tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.


Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah),
dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara,
kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau,
mungkin saja karena lapar.

Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan
ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya
di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian
itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama
.

Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan
umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah
menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa
berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.

Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya,
kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan
mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.


Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur'an belum tentu dipercayai dan
diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur'an itu
Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji
sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul
anggapan mengajarkan Al-Qur'an bisa mengajarkan paham terorisme.

Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan
sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini
dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu
menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri
mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan
akhir zaman.


Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam,
maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada
keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam
itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia
dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.

Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan
mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya
.

Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang
menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya
saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.

Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya
dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan
dirinya untuk Tuhan-nya.


Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka
orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal
mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap
orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.

Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga,
merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela
berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan
keluarganya.


Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan
mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan
dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan
kesetaraan gender.

Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan
pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan
kemerdekaan mengekpresikan diri.


Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai
pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran
sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja
mereka.

Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka
ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan
kreativitas sang anak.


Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya,
maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya
harapan dan masa depan.

Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke
negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak
ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu
adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana
.

Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau
Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan
Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .

Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka
semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan
.

Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan
anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian
tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan
roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari
penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia
adalah seorang Muslim.

Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh
kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka
lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor
.

Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit
Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat
menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh
mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya
dan dipenjarakan belasan tahun.

Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita
mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar,
atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta'an…
(sumber : eramuslim.com :fj)

SAYA ANTI DEMOKRASI

oleh : Emha Ainun Nadjib

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan
Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator
mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas
bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas
kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan
minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya
Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak
teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah
adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah
bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna
kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom
dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat
kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan
dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra
demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat
jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme
kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh
peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca
kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan
Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese
dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan
menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari
sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui
apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai
anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat
di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai,
sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang
karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah
musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng
mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang
teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis
'gitu..."

Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak
diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak,
sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak,
bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada
Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah
"Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa
saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh,
ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk
jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang
ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah
terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam
telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam.
Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri
oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku
dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

"*Al-Islamu mahjubun bil-muslimin*". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan
oleh orang Islam sendiri.

Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu
momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah Indonesia
kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat
beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang pleno' yang transparan,
berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat
untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.

Hello & assalamualaikum wr,wb

Para pengunjung CAZ, sudah beberapa hari terlewat di 2011, tahun baru masehi yang di rayakan secara meriah di pelosok negeri.
Bahkan presiden berserta rombongan, ikutan berlibur ke istana cipanas ....

Terkait judul di atas, baru kah Jiwa ini di tahun yang baru?
Jika, kebiasaan kita tidak ada yang berubah, materi2 yang masuk dari ke- 5 indera kita sama sekali tidak berubah ...
setting target masa depan yang kosong, hanya berlalu saja seperti aliran air nan pasrah ...

Tetapi pasti ada perubahan di hari-hari mendatang, perubahan yang di bentuk oleh manusia2 berTarget besar (mungkin Rakus)
yang tidak akan perduli kepada anda2 yang mengalir seperti air, yang dengan gampang mengorbankan kita demi pemegang saham
mereka rakus akan dunia terutama kekuasaan & gelimang harta ...

Meratapi nasib akan kenaikan harga2, atau kesulitan mencari nafkah dan bekerja ....

Ubahlah diri kita, untuk menjadi air MANCUR atau air BAH yang menerobos hambatan2 dunia !
berikan diri kita yang terbaik dari Potensi besar seorang manusia,
manusia yang bisa melakukan apapun , jika dia MAU & menyusun ke-MAU-an nya dengan Sabar ....

Salam CAZ

> Emang susah silaunya dunia

Daratan Eropa dikenal dengan `Balad Syuhada' (tanah bagi para
syuhada), karena banyaknya para mujahid yang syahid di daratan itu. Para
mujahid yang gagah dan berani, serta ikhlas, mereka mendambakan janji
dari Rabbnya, terus maju, memasuki jantung Eropa, itulah sekelumit kisah
para Tabi'in, yang ditulis oleh Abdurrahman Rafat Basya. 

Semangat jihad yang belum pernah dalam sejarah penaklukan. Kecuali saat
itu. Hampir seluruh daratan Eropa menjadi miliki umat Islam. Karena
kecermalangan para pemimpinnya, dan ketangguhan para mujahid, yang
berperang dengan pasukan Eropa. Mereka memenangkannya. Spanyol dan
Perancis telah takluk. Perjuangan mereka terus memasuki daratan Eropa,
hingga menjelang Jerman. 

Kemenangan pasukan Islam, saat Bani Umayyah dipimpin oleh Umar bin Abdul
Aziz. Usai pemakaman pamannya Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, dan
Umar usai pula membersihkan tangannya dari tanah-tanah, Khalifah yang
baru itu, mengganti sejumlah gubernur. Diantara pejabat baru yang
dilantik itu, As-Samah bin Malik al-Khaulani yang bertanggung jawab atas
seluruh Andalusia, yang sekarang adalah Spanyol, dan beberapa wilayah
Perancis. 

As-Samah bin Malik al-Khaulani bercita-cita menggambungkan daratan
Andalusia (Spanyol) dengan Perancis. Maka, langkah pertama yang
dilakukannya menaklukan Norbone, yang dekat dengan Spanyol. Pasukan
Islam yang dipimpin Al-Khaulani itu menyisir pegunungan Pyrenees menuju
kota Norbonne. Kota ini menjadi kunci untuk memasuki kota-kota Perancis
lainnya.

Seperti biasanya pasukan Islam sebelum menaklukan kota itu, memberikan
pilihan kepada penduduk, mereka memeluk Islam atau membayar jizyah.
Tetapi mereka menolak untuk memeluk Islam dan membayar jizyah. Karena
mereka menolak, perang tak dapat dielakkannya, dan kota itu dikepung
selama empat pekan, dan akhirnya menyerah, sesudah terjadi pertempuran
yang sangat dahsyat yang belum pernah terjadi di sepanjang sejarah
Eropa. 

Sasaran berikutnya adalah Toulouse, yang menjadi ibukota Octania.
Pasukan Islam yang sudah berada di dekat wilayah itu, masuk dengan
menggunakan senjata yang belum pernah mereke kenal, dan hampir kota
jatuh ke tangan muslimin, tetapi terjadi peristiwa yang menghambat
kemenangan. 

Tatkala itu, Raja Octania yang mengunjungi para raja-raja di seluruh
Eropa, mengajak mereka bergabung menghadapi pasukan Islam, yang dipimpin
Al-Khaulani, yang sudah berada diambang pintu, dan mengancam Octania.
Berkumpullah pasukan Salib yang berjumlah sangat besar. Untuk
mengambarkan itu, sampai seorang sejarawan mengatakan, betapa gemuruh
pasukan Salib itu, hingga debu-debu yang mengepul menutupi kota Rhone,
siang yang terang oleh matahari itu, menjadi gelap akibat debu, dari
kaki-kaki pasukan Raja Octania. 

Perang yang tak terelakkan. Gemuruh perang begitu dahsyat. Dua pasukan
bertemu, dan As-Samah bin Malik Al-Khaulani selalu berada di garis
depan. Pada pertempuran yang sangat dahsyat itu, As-Samah terkena panah,
dan robohnya panglima tertinggi yang perkasa itu, dan menemui syahidnya.

Saat terdengar panglimanya As-Samah gugur, pauskan Islam menjadi
kocar-kacir, di saat itu pula, tampil, seorang generasi tabi'in,
yang ada, mengambil alih kepeimpian dari As-Samah, yang tangguh dan
disegani bernama Abdurrahman al-Ghafiqi. Dengan lahirnya panglima perang
yang baru itu, berhasil di selamatkan pasukan Islam, yang mengalami
kepanikan itu. Mereka yang tercerai-berai. 

Abdurrahman Al-Ghafiqi itu mempunyai cita-cita yang sama dengan
tokh-tokoh Islam lainnya, seperti Musa bin Nushair hingga As-Samah bin
Malik Al-Khaulani, yang ingin menaklukkan Spanyol, Perancis, Italia,
Jerman, hingga Konstantinopel. Dan, Abdurrahman yakin akan dapat
mewujudkan impiannya itu. 

Suatu senja Abdurrahman Al-Ghafiqi mengundang seorang dzimmi keturunan
Perancis yang terikat dengan perjanjian. Lalu, Abdurrahman bertanya,
"Mengapa raja kalian, Carll tidak turun untuk membantu raja-raja
lainnya yang berperang dengan kami?", tanya Al-Ghafiqi. "Wahai
gubernur, anda telah menepati janji kami. Anda berhak kami
percayai", ucap seorang dzimmi itu. 

Musa bin Nushair telah berhasil menaklukkan Spanyol. Kemudian ingin
melanjutkan perluasan wilayahnya sampai menjangkau Perancis, melewati
Pyerennes. Perjuangan itu berlanjut, yang akan menentukan masa depan
Islam di daratan Eropa. 

Sebuah dialog raja-raja kecil dengan Maha Raja, yang mempunyai pengaruh
di daratan Eropa, dan dia berkata, "Masalah ini sudah saya pikirkan
secara mendalam dan saya mengira untuk saat ini tidak perlu menghadapi
mereka secara langsung.Mereka orang-orang yang bermental baja. Mereka
kaum yang memiliki aqidah yang kokoh, sehingga tak menghiraukan jumlah
dan senjata. Mereka mempunyai iman dan kejujuran yangjauh lebih berharga
dibandingkan senjata, pakaian perang atau kuda. Karena itu, lebih baik
kita membiarkan mereka, kaum muslimin terus menumpuk harta dan ghanimah,
lalu membangun rumah dan gedung –gedung serta melipatgandakan jumlah
budak laki-laki dan perempuan dan lihatlah, mereka akan berebut
kekuasaan. Pada saat itu itu kita bisa menaklukan mereka dengan mudah
tanpa banyak pengorbanan", ucap Maha Raja itu. 

Mendengar dialog itu, Abdurrahman Al-Ghafiqi sangat terkejut. Betapa,
beliau sudah mengelilingi kota-kota dan desa-desa di wilayah Andalusia,
dan mendidik mereka dengan iman, tetapi Maha Raja itu, masih dapat
mengatakan akan mengalahkannya, hanya akibat umat Islam terlena oleh
banyaknya ghanimah. 

Tetapi, sejarah menyatakan, dan inilahnya pahitnya kehidupan, yang tak
dapat ditolak oleh siapapun, perjalanan kehidupan kaum muslimin selalu
ada orang-orang yang terlena oleh kehidupan dunia. Ini terjadi yang
tidak dapat dipungkiri. Seandainya bukan harta dan kehidupan duniawi,
daratan Eropa sudah menjadi negeri-negeri muslim. 

Pengkhianatan itu, pertama terjadi oleh Utsman bin Abi Nus'ah, amir
penjaga perbatasan yang dipercaya oleh panglima perang Abdurrahman
Al-Ghafiqi. Padahal, ia dipercaya untuk memimpin pasukan inti
diperbatasan untuk menghadapi musuh. Tetapi, pilihan Abdurrahman itu
keliru, dan orang yang dipercaya itu, berkhianat, dan karena ambisinya
itu, dan lalu menculik puteri Raja Octania, yang bernama Minnin. Minnin
terkenal sangat jelita, berdarah bangsawan, masih belia, dan seba g ai
penghuni istana. Puteri Minnin inilah yang membuat Utsman bin Abi
Nus'ah tergila-gila. 

Utsman bin Abi Nus'ah yang dipercaya oleh Abdurrahman Al-Ghafiqi ,
akibat sudah tergila-gila dengan kecantikan puteri Minnin, kemudian ia
membuat perjanjian perdamaian dengan Raja Octania. Dan, Utsman memberi
jaminan keamanan kepada Raja Octania. 

Begitulah, ketika datang perntah untuk menyerbu wilayah Octania, maka
Utsman bin Abi Nus'ah menjad bimbang untuk melaksanakannya. Kabar
yang sampai ke telinga Abdurrahman Al-Ghafiqi menjadi sangat marah,
akibat pengkhiatan yang dilakukan oleh Utsman. "Perjanjian yang anda
lakukan yang anda lakukan tidak sah, maka tidak ada keharusan prajurit
Islam mentaatinya", ujar Abdurrahman. 

Selanjutnya, panglima perang Islam, itu mengirimkan pasukan untuk
menangkap pengkhianat Utsman bin Abi Nus'ah. Pasukan yang diutus itu
berhasil menaklukan dengan pertempuran diatas gunung, dan Utsman bin
Nus'ah dengan berbagai tusukan pedang. Sedangkan Minnin, puteri Raja
Octania itu tertangkap, kemudian di kirim ke Damaskus. Saat melihat
puteri Minnin itu, Abdurrahman Al-Ghafiqi memalingkan wajahnya, karena
puteri itu terlalu cantik.

Perang terus berkecamuk memperebutkan wilayah Perancis, yang luas, dan
pasukan berhasil menguasai kota-kota penting. Raja Octania yang lolos
itu, kembali berperang dengan jumlah pasukan yang lebih besar.
Kemenangan oleh pasukan Islam, memasuki wilayah Perancis, seperti Lyon,
Boerdeaux, yang merupakan pintu masuk yang sangat penting mengausai
Perancis, dan hanya seratus mil lagi masuk kota Paris. Dunia Eropa
sangat tersentak melihat Perancis selatan telah dikuasai pasukan Islam
yang dipimpin Abdurrahman al-Ghafiqi. 

Ghanimah begitu melimpah. Bangunan tenda-tenda yang besar- besar sudah
tidak dapat menampung lagi ghanimah dari haisl peperangan itu. Tetapi,
panglima perang Abdurrahman Al-Ghafiqi terus bertempur dengan gagah
berani, menyapu pasukan Salib, yang ingin mencoba mengahalanginya. Dan,
akhirnya kota Tours, kota Perancis yang sangat indah, penuh dengan
bangunan tua yang sangat indah dan menyimpan berbagai benda yang
berharga. 

Ketika itu, saat bulan Sya'ban 104 Hijriyah Abdurrahman Al-Ghafiqi
bersama paskan yang perkasa memasuki kota Poiters. Mereka disambut oleh
pasukan besar Eropa yang dipimpin oleh Karel Martel. Perang yang amat
dahsyat antara kedua belah pihak, yang kemudian dikenal dengan : 'Balad
Syuhada'. Karena banyaknya para syuhada yang gugur dimedan perang
ini. 

Saat inilah pasukan Islam mulai terpecah konsentrasinya, apalagi Karl
Martel menyiasati dengan melalui belakang menyerang tempat-tempat
penyimpanan ghonimah, tenda-tenda yang ada di tempat padang yang sangat
luas itu dibakar oleh pasukan Karel Martel. 

Sungguh sangat getir, ketika itu pasukan Islam dalam puncak kejayaannya,
punggung-punggung pasukan Islam sudah terlalu berat dengan beban
ghanimah, yang memberatkan gerak langkah mereka. Mereka tergoda dengan
ghanimah, yang menyebabkan melupakan tujuan mereka yang ingin
mendapatkan kejajaan Islam, dan kemuliaan di sisi-Nya. Di saat itu pula,
tiba-tiba panglima perang Abdurrahman Al-Ghafiqi tewas terkena panah. 

Inilah menandakan akhir dari satu episode perjuangan yang penuh dengan
kemenangan, akhirnya harus kandas, karena godaan duniawi. Andai kata
mereka tidak te rgoda oleh duniawi, mungkin sekarang seluruh daratan
Eropa sudah menjadi milik kaum muslimin, sehingga pemeluknya bebas
melaksanakan syariah-Nya. Tapi, Allah memberikan ujian kepada kaum
muslimin, dan gagal, menghadapi ujian itu. Wallahu'alam.

Assalamualaikum wr,wb

Terima kasih untuk para pengunjung catatan akhir zaman aka CAZ, sekarang kalo ada yg search di mbah google : catatan akhir zaman masih di no. 1 kah blog ini? mudah2 ya :)

Mau cerita : Pada hari minggu lalu, saya mengantarkan teman di daerah bekasi timur dalam rangka berobat ke ahli patah tulang. sampai di sana sekitar jam 8 pagi dan ternyata sudah meng-antri untuk berobat (ibu-teman)
Rumah pa Haji cukup luas, dan yang unik banyak aneka burung berkicau di halamannya. dari mulai love bird, beo, kakaktua, sampai ada Elang Boss.
Sambil meng-urut pasien2 nya beliau banyak bersenda gurau, juga berbagi pengalaman mengobati dengan pasien & keluarga pasien , dan menunjukan foto2 pasien sebelum / ketika patah tulang dari ponselnya.
Rada 'pamer' juga sih kedengarannya, tapi mungkin baginya itu sebagai materi promosi yang paling efektif u/ ke-ahliannya,

Setelah selesai berobat, teman & orangtuanya bercerita, hebat ya bisa langsung tau masalahnya ni (katanya urat/otot yg kejepit) dan biaya sekitar 350 ribu (10 menit pengobatan + obat)
pagi itu saja , kira2 ga sampai 2 jam sudah ada 10 pasien.Nah kalo di kalikan 2 jam itu, sang ahli sudah mendapat kotor 3.5juta, bagaimana kalo sehari ??
Itung sendiri aja dah, he...he...he...

Trus apakah iri kita ? yang profesional memang mahal Boss, bayangin aja si Rooney di MU dapet 1.2 Milyar se-Pekan!!
Trus bagaimana kita ? apakah kita sudah profesional ? :) jawab sendiri juga dah ....

ada lintasan pikiran juga, dari pada Ngantri mau masuk PNS bersaing dengan ratusan ribu orang,
kenapa ga ada yang antri ke pa Haji ini untuk menjadi Murid ya ....?
Siapa tau jadi penerusnya, dengan penghasilan di atas tadi :)

salam akhir zaman

hilo semua,
apa kabar nya detik ini?
Masih sempurna nikmat-Nya?dengan 2 pasang mata yang smakin tua.
Kacau balau, kenapa?karena manusia memang condong kesana.Semprul susah di atur,sombong,manifestasi akal logika dari asupan pengalaman dari mata & telinga.
Ibarat loose cannon,akal kita bisa menyasar semua kemungkinan.tapi tetep aja manusia mencari aman bagi dirinya sendiri.
Belum lama ada vokalis band yg menghujat/nyindir mentri,tapi Banci kalo di suruh teriak bisnis TNI.banci metal nan alay
waduh jadi alay2an nih,memang akal logika seperti tuhan(tu) di abad modern. Walau lucu kalo ternyata kita ga bisa menjawab pasti kapan waktu kita jatuh tertidur?(kira2 tidur jam segini,paling itu jawaban kalo ditanya tidur jam berapa?)
OOhh dear akhir zaman, tak banyak kulihat mukjizat,tapi banyak kulihat keajaiban technologi dari frekwensi yang tak terlihat ini...

Dong,

Di tengah perputaran berita dan wacana, baik baru atau sekedar 'menutup kasus2' pemimpin negeri negeri Indonesia tercinta(bagi pengusa&investor/bukan rakyat banyak) ini, ada satu topik yg menggelitik.
Lokalisasi JUDI, Wow banyak yang kontra dan sedikit yang setuju.
Kalo saya si : "Aneh ya sudah ada lokalisasi pelacuran kenapa lokalisasi judi saja tidak BOLEH??? bukannya dosa lebih besar di pelacuraN"

Ada apa dengan bangsa ini? bukannya menggelontorkan ide2 visioner yang membangun, malah ide2 sampah basi yang terus di promosikan!

Judi itu = Candu, sama halnya dengan zina, rokok, dan psikotropika
tanpa sadar jika sudah terlibat, berbuat tanpa pikir panjang (salah benar salah ga ya?)

Judi itu = Malas, weh ada loh pejabat yang judi, masa ada pejabat yang malas ? emang bisa orang malas jadi Pejabats?!

Atau memang kita yang memilih mereka dengan suka rela, karena memang mewakili sanubari kita sebagai bangsa ???

Ding!!

Pagi,

spontanitas : terlalu banyak masalah yang di jejalkan ke dalam otak kita . dari mulai berita, isu, provokasi, mata telinga hati.

Dengan beragam masalah ini, saya miris dengan sedikitnya solusi, atau tidak ada sama sekali solusi.
Hal ini bisa memicu pola pikir sakit, membicarakan & menertawakan masalah yang sudah di ketahui hal-nya, tanpa berpikir bagaimana solusi nya?

Atau memang sengaja demikian, sehingga mereka lebih senang melarikan diri dari masalah ke masalah lain dan akhirnya sibuk dengan masalah yang tak berujung.

Berbeda dengan para penemu, yang ingin menyelesaikan suatu masalah dari keterbatasan dirinya untuk terbang, berkomunikasi tanpa batas, dan lain sebagainya.

Contoh : ada masyarakat yang endiamkan Judi di lingkungannya, mereka berpikir asal mereka tidak terlibat mereka aman. sibuk dengan hidupnya yang sempit, " orang polisi aja cuek, kenapa kita yang ribut?"

simple things aja ga bisa/mau di selesaikan, bagaimana tentang penjajahan di free port, rampasan kayu, apalagi mafia hukum

dagelan always, tetapi sudah tidak lucu. Bahkan memuakkan ....!

Dari Pa Agus Nizami , dari pada merokok,lebih baik buat sedekah ya ,,,

Assalamu'alaikum wr wb,
Alhamdulillah masih ada lembaga Islam yang berani berfatwa bahwa merokok itu haram meski banyak pihak keberatan.

Bagaimana pun juga keputusan itu harus kita dukung.
Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah merokok. Begitu pula dengan tabi'in serta para Imam Madzhab.

Kebiasaan merokok datang dari suku Indian yang kafir. Pada tahun 1600-an, rokok menyebar ke Eropa, kemudian baru ke dunia Islam.

Dulu para ulama berpendapat rokok itu makruh karena tidak ada label bahaya pada rokok.

Sekarang dengan adanya label bahaya, kenapa sebagian ulama masih ragu akan haramnya rokok? Bukankah berbuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan orang lain dengan asap rokok itu haram>

Bukankah Allah menyatakan orang yang berbuat boros/mubazir adalah saudaranya setan? Diperkirakan Rp 200 trilyun dihabiskan untuk rokok dalam setahun. Coba seandainya uang itu dipakai untuk menesejahterakan fakir miskin.

Kalau ada yang berpendapat Fatwa Merokok itu Haram akan mengakibatkan ratusan ribu pelinting rokok yang gajinya paling di sekitar UMR akan menganggur, maka orang itu tidak percaya kalau Allah itu adalah Maha Pemberi Rezeki. Sebelum ada pabrik rokok di tahun 1600-an, ummat Islam sudah bisa hidup bahkan lebih makmur ketimbang para pelinting rokok yang melarat. Mereka makmur dan hidup berkah dari rezeki yang halal.

Ada pun para pekerja di pabrik rokok, sudah miskin, maka itu bisa tidak berkah bagi mereka karena sesuatu yang haram, maka upahnya jadi haram. Jika itu terjadi, sudah melarat di dunia, di akhirat pun cuma jadi bahan bakar api neraka seperti rokok yang mereka linting:

Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya. (HR. Ath-Thabrani)

Dari Rp 200 trilyun/tahun uang rokok, paling yang masuk ke buruh itu kurang dari Rp 20 trilyun. Sebaliknya Rp 180 trilyun masuk ke Phillip Moris yang Yahudi serta pengusaha rokok lain yang umumnya non Muslim.

Tapi jika ummat Islam tidak merokok, Rp 200 trilyun itu bisa dibelikan daging sapi, susu, sekolah, dsb. Uang Rp 200 trilyun akan beralih ke industri lain yang halal dan berkah.

Mari kita bersama2 mendukung fatwa Muhammadiyah yang menyatakan Merokok itu Haram. Karena berdasarkan dalil Al Qur'an dan Hadits, memang begitu adanya.

http://media-islam.or.id/2008/08/20/mendukung-fatwa-haram-merokok-mui/
* Angka kematian akibat rokok di Indonesia mencapai 427.923 jiwa/tahun
* Berdasarkan hasil penelitian KPAI perokok aktif di Indonesia sekitar 141,4 juta orang
* Dari 70 juta anak di Indonesia, 37 persen atau 25,9 juta anak diantaranya merokok.
* Sekitar 43 juta anak usia hingga 18 tahun terancam penyakit mematikan
* Tahun 2006 konsumsi rokok di Indonesia 230 milyar batang atau sekitar Rp 184 trilyun/tahun

http://media-islam.or.id/2008/02/22/merokok-itu-haram/
Di bungkus rokok jelas disebut bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kesehatan janin, dan impotensi..

Oleh karena itu rokok bisa dibilang haram karena merusak diri sendiri dan orang lain:

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." [Al Baqarah:195]

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu'aib, maka ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan." [Al 'Ankabuut:36]

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya" [Al A'raaf:56]

"Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan" [Asy Syu'araa:183]

Dari Sa'id Sa'd bin Malik bin ra, bahwa Rasululloh SAW bersabda, "Dilarang segala yang berbahaya dan menimpakan bahaya." (Hadits hasan diriwayatkan Ibnu Majah, Daruquthni, dan Malik dalam Al-Muwatha')

Allah dan Rasulnya menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan semua yang buruk:

"Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk" [Al A'raaf:157]

Sering orang merokok di tempat umum sehingga mengganggu orang lain. Bau dan asap rokok mengganggu orang lain. Ini adalah dosa besar. Jangankan rokok yang haram, orang yang makan bawang putih yang halal karena baunya mengganggu dilarang masuk ke dalam masjid:

Ibnu Umar ra. berkata:

Sesungguhnya Rasulullah saw. dalam perang Khaibar pernah bersabda: Barang siapa makan buah ini (bawang putih), maka janganlah ia memasuki mesjid. (Shahih Muslim No.870)

Anas ra.: Bahwa Dia pernah ditanya tentang bawang putih. Anas menjawab: Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda: Barang siapa yang makan pohon ini (bawang putih), maka janganlah ia dekat-dekat kami dan jangan ia ikut salat bersama kami. (Shahih Muslim No.872)

Jabir ra. berkata: Rasulullah saw. melarang makan bawang merah dan bawang bakung. Suatu saat kami butuh sekali sehingga kami memakannya. Beliau bersabda: Barang siapa yang makan pohon tidak sedap ini, janganlah ia mendekati mesjid kami. Sesungguhnya para malaikat akan merasa sakit (karena aromanya) seperti halnya manusia. (Shahih Muslim No.874)

Rokok haram karena merupakan pemborosan. Jika sebungkus rokok Rp 8.000, maka sebulan orang tersebut harus mengeluarkan Rp 240 ribu untuk hal yang justru merusak dirinya sendiri dan orang lain. Padahal uang tersebut bisa digunakan untuk menyekolahkan 2 orang anaknya. Allah melarang sifat boros yang merusak seperti itu:

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." [Al Israa':26-27]

Merokok haram karena bukan hanya tidak berguna, tapi justru merusak:

Abu Hurairoh ra berkata: "Rasulullah SAW pernah bersabda: "Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya." (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

Muhammadiyah: Merokok Haram
Membahayakan Perokok dan Orang Lain

Rabu, 10 Maret 2010 02:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, Selasa kemarin, mengeluarkan fatwa merokok hukumnya haram. Keputusan tersebut diambil dalam halakah tentang Pengendalian Dampak Tembakau yang digelar di Yogyakarta, Minggu (7/3).

Dengan fatwa ini, fatwa yang diterbitkan tahun 2005 dan 2007, yang menyatakan merokok hukumnya mubah, dinyatakan tidak berlaku.

"Setelah menelaah manfaat dan mudarat rokok, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah berkesimpulan, merokok secara syariah Islam masuk dalam kategori haram," kata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Yunahar Ilyas kepada pers, Selasa (9/3) di Jakarta.

Dijelaskan, ada sejumlah alasan mengapa PP Muhammadiyah mengharamkan merokok. Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khaba'is yang dilarang dalam Al Quran (QS 7:157). Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan, bahkan, merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga bertentangan dengan Al Quran (QS 2:195 dan 4:29)

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar menambahkan, perbuatan merokok membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah zat adiktif dan berbahaya sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi. Karena itu, merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, dilarang melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.

"Rokok mengandung unsur racun. Karena itu, perbuatan merokok termasuk kategori melakukan sesuatu yang melemahkan dan membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena paparan asap rokok. Maka, pembelanjaan uang untuk rokok berarti melakukan perbuatan mubazir, seperti tertuang dalam Quran Surat 17:26-27," kata Syamsul.

Hidup sehat

Dalam amar fatwa PP Muhammadiyah ini juga ditegaskan, wajib hukumnya mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya suatu kondisi hidup sehat yang merupakan hak setiap orang dan merupakan bagian dari tujuan syariah.

"Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah, yaitu perlindungan agama, perlindungan jiwa/raga, perlindungan akal, perlindungan keluarga, dan perlindungan harta," kata Syamsul.

Menurut Yunahar Ilyas, pelaksanaan fatwa haram merokok ini di lingkungan Muhammadiyah segera ditindaklanjuti dengan larangan merokok di seluruh jajaran organisasi, lembaga-lembaga amal usaha, seperti sekolah, universitas, rumah sakit, masjid, dan berbagai fasilitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Muhammadiyah, kata Yunahar, juga akan menindaklanjuti dengan mengajukan saran kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden, para menteri terkait, dan DPR, agar segera meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), termasuk penyusunan berbagai produk perundang-undangan lain yang terkait dengan pengendalian dampak tembakau.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (PA) Seto Mulyadi menyambut baik keluarnya fatwa haram merokok dan perhatian besar lembaga keagamaan menghadapi semakin tingginya angka perokok di Indonesia. "Komnas PA menyampaikan apresiasi kepada pengurus PP Muhammadiyah. Jutaan anak Indonesia berterima kasih karena diselamatkan dari asap rokok," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini.

Menurut Seto, angka perokok anak terus mengalami peningkatan. Bahkan, sebuah survei menunjukkan, anak diindikasi menjadi perokok sejak usia 5 tahun. "Ini sama saja namanya merusak generasi penerus. Maka, butuh perhatian kita semua," ujarnya.(NAL)