Catatan Akhir Zaman

Sebagai renungan diri, Pencarian solusi , sambil menunggu mati ....O_n

CAZ 2010

Bagaimana kesan anda menjadi manusia Akhir Zaman ? Ber-Aksi reaksi dengan KeAjaiban sehari-hari ...

Urutan Khilafah Islamiyah
Assalamualaikum wr. wb.

1. Pak Ustadz,ana minta dijelaskan sebab-sebab runtuhnya khilafah Islam
yang terakhir di Turki tahun 1924.
2. Pak Ustadz,ana juga mohon summary urutan Khilafah Islamiyah pertama
sampai khilafah terakhir 1924 di Tuki, termasuk tahunnya.
3. Adakah dalil al-Quran/Hadist, yang menjelaskan akan munculnya
khilafah Islamiyah kembali, setelah berakhirnya khilafah terakhir di
Turki?

Atas jawaban Pak Ustadz, ana ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum w.w.

Nono Taryono


Jawaban

Ada begitu banyak analisa para pemikir dan pengamat tentang sebab-sebab
jatuhnya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924. Baik yang bersifat
lebih teknis maupun sebab-sebab yang bersifat lebih umum.

Sebab-sebab secara teknis kita serahkan kepada para ahli sejarah,
terutama sejarah Turki sendiri. Sedangkan yang akan kita bahas di sini
adalah sebab-sebab secara umumnya saja.

A. Sebab Ekternal

Sudah kita ketahui bersama bahwa Khilafah Turki Utsmani kalah pada
perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu
dengan mudah ditindas, dirampok dan juga diperebutkan wilyahnya oleh
para pemangsa dan lawan-lawannya.

Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang
secara geografis memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan "The
Sickman in Europe." Bahkan kata "turkey" dalam ungkapan mereka merupakan
pelecehan, yang artinya ayam kalkun.

Pahlawan dan tokoh muslim Turki pu tidak luput dari penghinaan. Salah
satunya adalah Barbarossa si Janggut Merah. Di dalam cerita Asterik,
tokoh Barbarosssa muncul sebagai bajak laut yang bodoh. Padahal beliau
adalah pahlawan Islam di masanya dan pelaut kafir Eropa sangat takut
dengan angkatan perangnya.

B. Sebab Internal

Penjajahan barat terhadap Turki semakin menusuk tatkala mereka berhasil
meraih generasi muda Turki dengan pendidikan ala barat. Tentu saja semua
itu untuk mendapatkan satu tujuan, yaitu sekulerisasi selapis generasi.
Maka lahirlah kemudian generasi baru yang anti Islam, Islamo-phobia,
sekuler, liberal dan berotak barat.

Mereka inilah yang kemudian didukung oleh Eropa untuk menumbangkan
lembaga khilafah Islamiyah. Tercatat tokohnya adalah Mustafa Kemal
Ataturk yang terlaknat. Sosok ini telah berhasil menumbangkan khilafah
pada tahun 1924 lewat gerakan Turki Muda.

Sayangnya, hujaman belati mematikan ini justru masuk ke dalam pelajaran
sejarah di negeri kita sebagai kebangkitan, bukan sebagai kejahatan.
Rupanya, jaring-jaring kerja bangsa-bangsa kafir itu sedemikian luas,
sehingga sosok Kemal Ataturk yang zhalim itu, justru muncul dalam buku
sejarah kita sebagai pahlawan.

Padahal Kemal telah melakukan dosa yang bahkan Iblis pun tidak pernah
melakukannya. Yaitu menumbangkan satu rangkaian khilafah Islamiyah yang
terakhir. Padahal belum pernah sebelumnya umat Islam di dunia hidup
tanpa naungan khilafah.

Sebab khilafah sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW hidup, yakni sejak
15 abad yang lalu. Selama itu, umat Islam belum pernah hidup tanpa ada
khilafah. Iblis dan para jin tidak pernah mampu menumbangkannya.
Tiba-tiba seorang sekuleris yang nota bene agamanya masih Islam, malah
menumbangkannya. Walhasil, sejak jatuhnya khilafah Turki, umat Islam
masuk dalam bid'ah kubro. Sebuah bid'ah teramat besar yang melebihi
semua jenis bid'ah yang pernah ada. Dan tentunya sangat dibenci dan
dimurkai. Sebuah bid'ah berupa umat Islam hidup tanpa naungan khilafah.

Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam

Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera
membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini
dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau
pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian
Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi
umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan
sebagai pemimpin tertinggi umat Islam.

Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam
sedunia, yaitu istilah Amirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat
Islam.

1. Khilafah Rasyidah

Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri
dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara
bergantian. Mereka adalah:

Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)
'Umar bin Khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)
'Utsman bin 'Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)
'Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M) dan
Al-Hasan bin 'Ali ra (tahun 40 H/661 M)

Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai
khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang
mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para
khalifah rasyidah ini.

2. Khilafah Bani Umayyah

Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri
untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era
khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah.
Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin
Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

Mu'awiyyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)
Yazid bin Mu'awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)
Mu'awiyah bin Yazid (tahun 64-65 H/683-684 M)
Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)
Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-86 H/685-705 M)
Walid bin 'Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)
Sulaiman bin 'Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)
'Umar bin 'Abdul 'Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)
Yazid bin 'Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724M)
Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)
Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)
Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)
Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)
Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)

Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab
satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia
dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah
tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.

3. Khilfah Bani Abbasiyah

Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani 'Abasiyah yang berpusat di
Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah
pertama adalah Abu al-'Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya
Al-Mutawakil 'Ala al-Allah.

Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

Abul 'Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)
Abu Ja'far al-Manshur (tahun 137-159 H/754-775 M)
Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)
Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)
Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)
Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)
Al-Ma'mun (tahun 198-217 H/813-833 M)
Al-Mu'tashim Billah (tahun 618-228 H/833-842M)
Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)
Al-Mutawakil 'Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)
Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)
Al-Musta'in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)
Al-Mu'taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)
Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)
Al-Mu'tamad 'Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)
Al-Mu'tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)
Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)
Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)
Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)
Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)
Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)
Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)
Al-Muthi' Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)
Al-Tha`i' Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)
Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)
Al-Qa`im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)
Al-Mu'tadi Bi Amrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)
Al-Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)
Al-Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)
Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)
Al-Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160 M)
Al-Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)
Al-Mustadli`u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)
Al-Naashir Lidinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)
Al-Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)
Al-Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)
Al-Musta'shim Billah (tahun 640-656 H/1242-1258 M)
Al-Mustanshir Billah II (tahun 660-661 H/1261-1262 M)
Al-Haakim Biamrillah I (tahun 661-701 H/1262-1302 M)
Al-Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)
Al-Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1343 M)
Al-Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)
Al-Mu'tadlid Billah I (753-763 H/1354-1364 M)
Al-Mutawakil 'Ala al-Allah I (th. 763-785 H/1364-1386 M)
Al-Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)
Al-Musta'shim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)
Al-Mutawakil 'Ala al-Allah II (th. 791-808 H/1392-1409 M)
Al-Musta'in Billah (tahun 808-815 H/1409-1416 M)
Al-Mu'tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416- 1446 M)
Al-Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)
Al-Qa`im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)
Al-Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)
Al-Mutawakil 'Ala al-Allah III (th 884-893 H/1485-1494 M)
Al-Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)
Al-Mutawakil 'Ala al-Allah IV (th 914-918 H/1515-1517 M)

Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar (Mongol),
sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah.
Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera
berdiri khilafah Utsmaniyah.

4. Khilafah Bani Utsmaniyyah

Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang
berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi.
Nama-nama mereka sebagai berikut:

Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)
Sulaiman al-Qanuni (tahun 926-974 H/1520-1566 M)
Salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)
Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)
Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)
Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)
Mushthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)
'Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)
Mushthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)
Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)
Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)
Muhammad IV (tahun 1058-1099 H/1648-1687 M)
Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691 M)
Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)
Mushthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)
Ahmad III (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)
Mahmud I (tahun 1143-1168 H/1730-1754 M)
'Utsman III (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)
Musthafa III (tahun 1171-1187 H/1757-1774 M)
'Abdul Hamid I (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)
Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)
Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)
Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)
'Abdul Majid I (tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M)
'Abdul 'Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)
Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)
'Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)
Muhammad Risyad V (tahun 1328-1338 H/1909-1918 M)
Muhammad Wahiddin (II) (th. 1338-1340 H/1918-1922 M)
'Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M).

Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah 'Abdul Majid II. Semenjak
tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih
dari selama (2006-1924= 82 tahun) tanpa keberadaan lembaga yang
menyatukan.

Kepastian Kembalinya Khilafah

Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat
Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi
mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar
negeri merekabertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita
mereka menjadi hamba syahwat, bahkan masih ditambah lagi dengan
rombongan Islam liberal dan sebagainya, namun masih ada harapan.

Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup
melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah
ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.

Sabda Rasulullah saw, "Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai
dengan manhaj Nabi".

Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja.
Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah.

Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh
saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan
sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan
dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian
banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati,
keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat
menyaksikan beridirnya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh
sebuah kepuasan yang dimpikan oleh dunia Islam selama ini. Amien.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi warabaraktuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

>> banyak yg mencibir ketika twiter saya teruskan dengan pengiat demokrasi = pengiat komunis ,,, XD
>> memang pinter si @Fadjroel mengoblok-gobloki manusia ,,, mungkin ini kutukan orang PINTAR .....

betoll pa ,, najiz HAM (Piaraan-Asing)

KH Hasyim Muzadi: Bisnis HAM Memalukan

Jakarta – KabarNet: Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengkritik keras aktivis HAM di Indonesia. Pasalnya dalam peristiwa agresi Israel ke Gaza lebih dari sepekan lalu, tak ada sepatah kata atau pernyataan pun dari para penggiat HAM yang mengecam Israel. Apalagi sampai mengatakan Israel sebagai pelanggar HAM berat.

Ia mengatakan, para aktivis HAM di Indonesia hampir tidak mungkin diharapkan untuk mengatakan Israel dan pendukungnya melanggar HAM berat secara internasional. "Mereka, para penggiat HAM Indonesia, pada umumnya lebih suka meneliti bangsanya sendiri dengan tuduhan melanggar HAM berat".

Mana mungkin Penggiat HAM Indonesia mengutuk aksi kebrutalan Israel? Mereka tentu berpikir ribuan kali untuk mengeluarkan kritikan apalagi kecaman kepada "juragan" penyandang dana yang nantinya malah menggoyang kelangsungan pekerjaan mereka.
Aktivis HAM biasanya lebih lancar berbicara tentang konflik Sampang, Poso, Cikesik, Ciketing, Cirebon, Solo, Ambon, Papua, Lampung, Aceh, dan yang terakhir membela PKI sebagai korban.

Kiai Hasyim menuturkan, mereka tu mengangkat persoalan bukan untuk mencari penyelesaian dalam nuansa ke-Indonesiaan,
tapi hanya mencatat serangkaian insiden untuk kemudian dilaporkan ke luar negeri, agar asing bisa menghukum Indonesia. "Pekerjaan bisnis HAM semacam ini tentu tidak berguna untuk Indonesia dan juga tidak terpuji. Apalagi kalau berdasarkan program paket bantuan asing, tentu pekerjaan memalukan," tandasnya.

Oleh karena itu, para aktivis HAM ini hampir tidak mungkin diharapkan untuk memperjuangkan HAM di kancah internasional. "Hampir tidak mungkin diharapkan untuk mengatakan Israel atau pendukungnya melanggar HAM berat secara internasional," kata Kiai Hasyim Muzadi, Jumat (23/11/2012).

Karena itu, kata KH Hasyim Muzadi, kaum Muslimin di Indonesia sudah saatnya merapatkan barisan. Tidak boleh ada lagi lembaga Islam atau "yang keislam-islaman" terpengaruh terhadap program intervensi pemikiran ini hanya karena ingin disebut intelek atau berwawasan global. "Waspadalah kaum Muslimin dan Bangsa Indonesia terhadap HAM yang westernis dan neokomunis," pungkasnya. [KbrNet/Slm]

 DT


Aku adalah Muslim;

Aku bangga menjadi Muslim; Karena sejarah membuktikan:
Bukan Muslim yang memulai perang dunia pertama.
Bukan Muslim yang memulai perang dunia kedua.
Bukan Muslim yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki dengan
menggunakan bom atom.


Bukan Muslim yang membunuh 200 juta Indian Amerika Utara.
Bukan Muslim yang menghabisi 80 juta Indian Amerika Selatan.

Bukan Muslim yang membunuh 90 juta Aborigin Australia.
Bukan Muslim yang mengambil 180 juta orang Afrika. Sebagai budak lalu membuang 70 persen dari mereka yang meninggal ke lautan Atlantik.
Bukan Muslim yang menjajah Indonesia, Bosnia, Afghanistan, Ethopia, Checnya, Suriah, Palestine dan negara-negara lainnya.

Bukan Muslim yang memulai kasus Poso, Ambon, Maluku, dan Papua.
Bukan Muslim yang memfitnah Irak dengan senjata pemusnah massal
yang ternyata cuma isapan jempol belaka.


Bukan Muslim yang serakah merebut ladang minyak Timur Tengah.
Bukan Muslim yang suka menghina Nabi dan agama lain.

Dan aku bangga... Walau Islam tidak pernah teriak-teriak
sebagai agama damai, tapi
Muslim tidak pernah menyerang siapa-siapa.
Walau Islam tidak pernah teriak-teriak HAM dan toleransi, tapi
Muslim paling toleransi.

Dibanding
"PENDEKAR HAM" Amerika yang rasis kepada kulit hitam,
Dibanding Perancis yang melarang jilbab, Dibanding Swedia yang melarang Adzan, Dibanding Swiss yang melarang pendirian Masjid,
Muslim mayoritas itu toleransi,

Muslim minoritas itu PEMBERANI,
Tapi tidak ada toleransi untuk melanggar perintah ALLAH SWT,
Muslim Bukan anjing yang serakah dengan nafsu menjajah,
Muslim Bukan babi yang rakus nafsu membumi hangus,
Muslim Bukan monyet licik yang selalu menebarkan fitnah,
Muslim tidak pernah mencari musuh,
dan Muslim HARAM lari dari yang memusuhinya.

#Save gaza save palestine and other nation occupied by those Monkey heart Human ,,,


Tanda2 kiamat ? yg bener jadi salah, yg salah jadi bener??

Assalamualaikum wr,wb
Dah lama ga up date blog, berawal dari arisan RT
Ada kasus yg sangat aneh di luar akal sehat (saya)

Alkisah ada pasangan mesum yg di "gap" warga, yang di gap ga suka langsung mukul warga sampai pelipis berdarah, sontak warga membalas,,,,
Sampai akhirnya si pemuda mesum ga terima dan lapor ke polisi,,,

Aneh nya pemuda mesum mengancam akan membawa teman2-nya ber-Truk-truk untuk bentrok dengan warga yg menjaga daerahnya dari perbuatan mesum ???

ANEEEH BANGET !!! yang mesum berani mengancam warga yg menjaga daerahnya dari ke-mesuman ???

Polisi kerja apa  ??? kecamatan / kelurahan ??? kalo aparat yang bertindak kan ada legalitas hukum tu u/ para pasangan mesum yg bergentayangan di daerah itu ...

Ini warga yg sukarela malah di "Perkarakan" ujung2nya polisi malah mintain "uang damai" ke Warga ?????????????????? Ga masuk akal kan akhir zaman ini ??

MALUUUU itu aparat, ga berbuat apa2 .... kalo ga ada uangnya ....

Hukum rimba yg KUAT / Banyak menang ??
Repoot kalo yg banyakan ga bener di daerah kita ....

Atau mungkin yg BAIK masih banyak, tapi ga berani !! mikirin diri sendiri !! dan paling parah warga yg di jaga kehormatan wilayahnya, malah ikut menyalahkan warga yg menjaga kehormatan daerah dari para pasangan MESUM !!

Sadar Woi Sadar !! Jangan sampai yg benar jadi salah dan yg salah jadi benar ....